GKI Kepa Duri Online
Halaman Utama
Menu Utama
Halaman Utama
Arahan Program
Program Berjalan
Kurikulum Pembinaan
Program dan Kegiatan Komisi
Warta
Links
Panti Asuhan Asih Lestari
Imanitas
Tentang GKI Kepa Duri
Latest Events
No events
Events Calendar
M T W T F S S
30 31 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3
Sindikasi
Terbaru
Renungan Minggu 29 Agustus 2010 Print E-mail
Sabtu, 28 Agustus 2010

 Hit Counter by Digits 

Renungan:

 

JANGAN FRUSTRASI DAN MENYERAH

Ayat bacaan: Amsal 24:16
=========================================================================
"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun iabangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana."

Dalam sebuah pertandingan kejuaraan di tahun 70an, Rudy Hartonomaestro bulu tangkis Indonesia saat itu berhadapan dengan pemain hebat asalMalaysia, Punch Gunalan. Ketika itu Punch memimpin dengan telak. Rudyketinggalan angka 1-14. Satu angka lagi, Punch akan menjadi juara. Secaralogika tentu kemenangan hanya tinggal menunggu waktu saja. Tapi apa yangterjadi? Rudy Hartono tidak menyerah sama sekali. Secara luar biasa diamembalikkan keadaan. Angka demi angka diraih untuk menyusul Punch hinggaakhirnya keluar sebagai pemenang. Dalam sebuah acara TV beberapa puluh tahunberikutnya, Rudy menceritakan apa yang terjadi saat itu. Demikian kira-kirakatanya: "kalau saat itu saya menyerah dan berpikir "yah mati deh.... sayapasti bisa benar-benar mati dan kalah" katanya. Rudy saat itu berpikirpositif. Nothing to lose. "Kalaupunkalah tidak masalah, karena saya sudah benar-benar berusaha" katanya. Sikappositif ini membuat Rudy memandang ketinggalan angka dalam posisi kritis itumenjadi sebuah peluang untuk meraih kemenangan. Tekanan secara perlahanberpindah kepada Punch, dan Rudy pun memenangkan pertandingan. Bayangkan jikaRudy saat itu mudah menyerah, mendasarkan hanya pada logika dan hilang semangatketika dalam posisi kritis, hasil akhirnya tentu akan berbeda.

Tuhan tidak pernah menginginkan kita untuk menyerah. Kita tahubahwa ada pengharapan tanpa batas dalam Kristus. Amsal menuliskan "Sebabtujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akanroboh dalam bencana." (Amsal 24:16). Sebagai anak-anak Tuhan yang punyapengharapan, tidak seharusnya kita mudah jatuh, frustrasi, menyerah dankemudian kalah. Orang benar boleh jatuh berkali-kali, tapi tetap bangkit, dankemudian menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang. "Seperti ada tertulis:"Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telahdianggap sebagai domba-domba sembelihan. Tetapi dalam semuanya itu kita lebihdari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."(Roma 8:36-37). Tentu saja ada rasa sakit ketika kita terus menerus bertemudengan kegagalan. Tapi jangan jadikan itu sebagai sesuatu yang traumatiskemudian membuat kita sulit bangkit karena terus terbelenggu dengan masa lalu.Jadikan kegagalan itu sebagai sebuah pelajaran berharga, dan jadikanlah sebuahtitik tolak untuk bangkit.

Rasul Paulus pernah berkata demikian: "Dalam segala hal kamiditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kamidianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidakbinasa." (2 Korintus 4:8-9). Sebuah perkataan yang menunjukkan sebuahmental baja yang tidak mudah menyerah. Kita tahu bagaimana beratnya pergumulanPaulus setelah ia bertobat. Di lempar batu, menghadapi badai besar dalam salahsatu pelayarannya ketika melayani, dipenjara, dianiaya dan lain-lain. BagaimanaPaulus bisa mencapai pola pikir seperti itu? Demikian katanya: "Kamisenantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupanYesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami." (ay 10). Yang dimaksudPaulus dalam ayat 10 ini dia jelaskan pada ayat 17. "Sebab penderitaanringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihisegala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (ay 17).Segala penderitaan yang dialami Paulus dan rekan-rekan sepelayanan belumlahsebanding dengan penderitaan yang dialami Yesus dalam menebus dosa-dosamanusia. Dan penderitaan itu semua masih terbilang ringan jika dibandingkandengan kemuliaan kekal, sebuah kebahagiaan yang luar biasa dan abadi sifatnya,yang dijanjikan Tuhan. Dengan dasar demikian, Paulus dan rekan-rekan tidakmerasa tawar hati bahkan menghadapi maut sekalipun. "Sebab itu kami tidaktawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namunmanusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari." (ay 16).

Penderitaan boleh datang, kegagalan boleh hadir dalam hidup kita,tapi semua itu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah awal untukbelajar melangkah dalam proses perjalanan hidup kita untuk mencapai kesuksesan.Dalam surat Filipi, Paulus mengungkapkan sebuah tips penting menjalanikehidupan: "aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan dirikepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperolehhadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi3:13-14). Yesus pun mengingatkan dengan tegas bahwa kita tidak boleh terusterikat dengan segala kegagalan di masa lalu. "Tetapi Yesus berkata: "Setiaporang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untukKerajaan Allah." (Lukas 9:62). Jangan menyesali kegagalan dan masa laluanda secara berlebihan, apalagi jika itu mendatangkan frustrasi hingga kemudianmenyerah. Jadikan semua itu sebagai titik awal sebuah proses belajar menujukeberhasilan, dan jadikan semua itu sebagai pelajaran untuk bersandar kepadaTuhan. Mulailah mengandalkan Tuhan dalam segala segi kehidupan kita. Ketikaanda masih terjatuh saat ini, jangan patah semangat, karena Tuhan punya rencanaluar biasa dalam hidup anda. Bangkitlah!

Belajarlah dari kegagalan dan jadikan itu sebagai awal kesuksesan

Jadikan kebenaran firman Tuhan menjadi nilai hidup utama, bukanapa yang kita lihat dan dengar di dunia ini

 

                                                     

 

                                     Oleh : TPG. Christian Siregar, S.Th.

 

 

 

 

Last Updated ( Sabtu, 28 Agustus 2010 )
 
CALON PENATUA MASA PELAYANAN APRIL 2010 - MARET 2013 Print E-mail
Senin, 18 Januari 2010

Ø  CALONPENATUA MASA PELAYANAN APRIL 2010 - MARET 2013 

Setelah didoakan dan dipertimbangkan dengan seksama calon-calon yangdiajukan oleh Jemaat, maka telah dipilih Saudara-saudara yang namanya tercantumdi bawah ini sebagai Calon Penatua (Majelis Jemaat) untuk masa pelayanan April2010 - Maret 2013.

Berikut ini adalah nama Calon Penatua (CPnt) di GKI Kepa Duri adalah:

 

 

 

Ivan Kemala

Waris Bonggakarua

Rosilawati Hadiputro

Imanuel Kristanto Aswandi

Handojo Santoso

Hartono

Tan Hian An

Endro Tjahyoputro

Ingrid Lauw

Evie Darma

Noerhajati Budiarto

Ibrahim Surya

Lanny Widjaja

Julianto Budi Husen

Winny Syarief

 

 

 

 

Apabila ada Saudara-saudara yang belum dapat menerima calon-calontersebut karena alasan-alasan yang berdasarkan Tata Gereja, pernyataankeberatan berikut alasan-alasan disampaikan secara tertulis kepada MajelisJemaat terakhir tanggal 17 Januari2010.   

 
Pesan Bulan Oikumene 2009 Print E-mail
Jumat, 22 Mei 2009

PESAN BULAN OIKOUMENE2009

PERSEKUTUANGEREJA-GEREJA

DI INDONESIA

 

" .... KEJARLAH DAMAISEJAHTERA DAN

HIDUP SALINGMEMBANGUN"

(bdk. Roma 14 : 19)

 

Saudara-saudara warga gereja yang dikasihi YesusKristus!

 

1.       Tatkala pada tanggal 25Mei 1950 gereja-gereja memutuskan untuk mendirikan "Dewan Gereja-gereja diIndonesia" (DGI), maka sejak itu sesungguhnya umat Kristen Indonesia tidak bisalagi mengelak dari komitmen mewujudkan "Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia"(GKYE). Komitmen ini adalah pula komitmen kita sekarang, yang tetap diembandengan segala pasang-surutnya. Ada saat ketika kita amat optimis, sehingga kitaberpendapat GKYE diproklamasikan saja. Kita tidak sabar dengan berbagaiketerpisahan yang ada. Tetapi ada juga saat tatkala kita pesimis melihatberbagai perkembangan yang kurang menyenangkan dalam pergaulan antar-gereja diIndonesia. Kita cenderung saling mempersalahkan, menganggap diri lebih baikdari yang lain, bahkan cenderung saling menghakimi. Namun demikian, kita tidakpernah berputus asa. Pada tahun 1984 kita kembali menegaskan komitmen kita itudengan meningkatkan "Dewan" menjadi "Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia"(PGI). Setelah 25 tahun, maka saatnyalah bagi kita sekarang untuk melihatkembali apakah kita masih tetap berada pada jejak (track) yang benar, dan karena itu perlu diteruskan danditingkatkan. Ataukah kita telah menyimpang sehingga perlu diluruskan lagi.Sesungguhnya Gerakan Oikoumene lebih dari sekadar upaya untuk mewujudkan GKYE.Gerakan Oikoumene adalah memberlakukan Amanat Allah untuk secara terus-menerusmenjadikan dunia sebagai rumah yang layak dihuni. Itu berarti, selama masih adaketidakadilan, peperangan, konflik, teror, yang menyebabkan ketidaksejahteraan,maka dunia kita belumlah sebuah rumah yang layak huni. Oleh karena itu menjaditugas kita untuk senantiasa berjuang bagi hadirnya sebuah dunia yang layakhuni. Kondisi itu hanya bisa dicapai apabila gereja-gereja kita tidakterpecah-belah, tetapi seperti yang dinyatakan Yesus dalam doaNya "... supayamereka semua menjadi satu, .... supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telahmengutusAku ..." (Yoh. 17:21).

 

2.       Tema Bulan Oikoumene 2009 ini berbunyi, ".... kejarlah damai sejahtera danhidup saling membangun" (bdk. Rm. 14:19). Ini adalah variasi dari penggalanayat Alkitab dalam rangkaian nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di kota Roma.Jemaat Kristen yang masih sangat muda di kota metropolitan yang terkesandimarjinalkan ini membutuhkan nasihat-nasihat yang memperkuatanggota-anggotanya untuk mampu berdiri tegak di tengah-tengah dunia yang tidakramah. Salah satu unsur penting guna mencapai kekuatan itu adalah apabilajemaat tidak hidup terpecah-belah, sebaliknya hidup rukun di dalam persekutuansatu sama lain. Karena itu Rasul Paulus menyerukan agar anggota-anggota jemaattidak menghakimi satu sama lain, dengan misalnya melecehkan mereka yang lemahimannya dalam hal memakan jenis-jenis makanan (14:1-3), atau dalam halmenganggap hari yang satu lebih penting dari hari yang lain (14:5-6). RasulPaulus menegaskan, bahwa cara seperti itu justru membawa jemaat ke dalam sikaphidup egoisme, hal yang tidak bisa diterima di dalam hidup persekutuan. Jemaat,kata Rasul Paulus mestinya menyadari bahwa hidup dan mati mereka untuk Tuhan,sebagaimana diperlihatkan di dalam kematian dan kebangkitan Kristus (14:7-8).Dengan saling menghakimi ini jemaat akan menjadi batu sandungan bagisaudaranya. Keadaan ini tidak akan membawa damai-sejahtera di dalam kehidupanbersama. Kalau itu tidak tercapai, maka perpecahanlah yang terjadi. Makakejarlah damai sejahtera, dan pakailah segala kemampuan yang ada pada dirimasing-masing untuk saling membangun.

Setelah 59 tahunberoikoumene, kita perlu mempertanyakan ulang secara jujur kepada diri kitamasing-masing, makin dekatkah kita satu sama lain, adakah kita saling membangun,atau justru biasa-biasa saja. Masihkah kita melihat PGI sebagai wadah yangdidalamnya keesaan diperjuangkan, atau justru wadah yang melestarikanperpecahan di antara gereja-gereja?         

 

3.       Bulan Oikoumene 2009 ini kita peringati dalam suasana bangsa kita sedangmelaksanakan agenda nasional penting, Pemilihan Umum. PGI telah menyerukankepada gereja-gereja untuk sungguh-sungguh melihat penyelesaian persoalanbangsa dan negara sebagai panggilan dengan ikut-serta dalam Pemilihan Umumsecara bertanggung-jawab dan mendengarkan suara hati nurani. Sidang MPL-PGIyang diselenggarakan tanggal 16-19 Februari 2009 di Makassar menegaskan tekadumat Kristen Indonesia untuk memperkuat komitmen pluralisme dan kebangsaan.Pluralisme adalah salah satu pilar penting bagi terpeliharanya, kesatuanbangsa. Siapa yang meremehkannya, sesungguhnya ia meremehkan kesatuan bangsa,yang akan menuju kepada keruntuhannya. Karena itu hadirnya sejumlah peraturandaerah dan Undang-undang yang bernuansa agama harus disikapi secara serius.Secara khusus kita memberi perhatian terhadap berbagai Rancangan Undang-Undangyang jelas-jelas menafikan kemajemukan, dan mereduksikan masyarakat Indonesiahanya sebagai sesuatu yang homogen. Hal ini mempermiskin wajah Indonesia yangselama ini dikenal di dunia justru oleh kekayaan dan keanekaragaman suku danagamanya. Persoalan kemiskinan tetap merupakan persoalan akut bangsa kita.Kendati para elit politik mengklaim berbagai keberhasilan di dalammenanggulangi kemiskinan, namun tetaplah merupakan kenyataan bahwa "orangmiskin selalu ada padamu..." Selama hal ini tidak tertanggulangi dengan baik,maka klaim kita untuk hidup dalam damai-sejahtera dan saling membangun tidakbermakna apa-apa. Itulah sebabnya kita mendukung tujuan Millenium DevelopmentGoals (MDGs) yang berfokus antara lain pada penghapusan kemiskinan, pendidikan,kesetaraan gender, perlawanan terhadap HIV/AIDS, dan pelestarian lingkunganhidup. Pada akhirnya, kami ingin mengajak gereja-gereja untuk:

 

Pertama, terus-menerus dan bersungguh-sungguh memperjuangkan perwujudan keesaangereja disemua level dengan makin terbuka satu sama lain dalam kejujuran dankerjasama yang otentik.

 

Kedua, memberikan teladan bagaimana sesungguhnya hidup dalam damai-sejahteradan saling membangun. Keteladanan ini seharusnya terpancar keluar, kepadaseluruh warga bangsa agar merekapun mampu hidup dalam damai sejahtera dansaling tidak mempersalahkan satu terhadap yang lain.

 

Ketiga, secara bersungguh-sungguh memantau dan mengawasi agar penyelenggaraanpemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta negara dan bangsa benar-benarmenjadikan pluralitas bangsa sebagai pilar utama didalam membina danmengupayakan kesatuan.

 

Demikian pesan dan harapan kami di bulan Oikoumene2009 ini. Kiranya Tuhan memberkati segala upaya kita di dalam mewujudkankeesaan gereja demi kemuliaan Nama-Nya. Selamat merayakan Bulan Oikoumene.

 

Jakarta, Awal Mei2009

 

Atas nama MAJELISPEKERJA HARIAN

PERSEKUTUANGEREJA-GEREJA DI INDONESIA

 

 

 

Pdt. Dr. A. A.Yewangoe                     Pdt. Dr.Richard M. Daulay

                  Ketua Umum                                            Sekretaris Umum 

 
Pokok Doa Syafaat Print E-mail
Jumat, 19 Desember 2008

POKOK DOA SYAFAAT:

 *Jemaat yang sakit dan dirawat di rumah:

  -Adik Gabrielle (cucu Pdt. Em. G. Loekita)

  -Ibu Hilda (orangtua Sdr. Paulus I.)

  -Bpk. Djohan (suami Ibu Amylia Djohan)

  -Ibu Kusmiati Tedja               

  -Ibu Lisa Tisna

   -IbuRibka (orangtua Ibu Rini M.)

  -Sdr. Daniel Oktavianus (cucu Bpk. W. SukartaSalim).

   -Ibu Rohartawati (Istri Pnt. Sujono)

  -Ibu Lina Winata

  -Bpk. Sanyoto Subandi

  -Bpk. Tunggul M. Sitompul


*Dirumah sakit

   -Ibu Nancy Silalahi di RS. Royal Lt.4 Km.375

 

*Panti Asuhan"Asih Lestari"

*Panitia BulanKeluarga & Acara2 Bulan Keluarga

*Panitia Natal 

 

 

KONSULTASI ROHANI:

 

Pdt. Engeline Chandra

Selasa, pk. 08.00 - 10.00

 

Tkt. Christian Siregar, S.Th.,M.Pd.

(khusus masalah Remaja &Pemuda)

Selasa, pk. 16.00 - 18.00

 

Pnt. Daud Chevi Naibaho, S.Si (Teol)

Rabu, pk. 10.00 - 12.00.

 

Last Updated ( Sabtu, 28 Agustus 2010 )